Sabtu, 06 Juni 2015

Proposal Bisnis Gabungan - “LEGA-LEGO KAFE”

PROPOSAL BISNIS GABUNGAN
“ LEGA-LEGO KAFE ”

Oleh :  3SA05
1.      Dara Puspitawati (11612715)
2.      Ruri Erviyanti (16612730)



1.               Pendahuluan
A.             Latar Belakang
Lego, siapa yang tidak mengetahui dan mengenal mainan satu ini. Sejak tahun 1932 lego sudah mempunyai banyak jenis lego yang di keluarkan  hingga hari ini, seperti lego bertema kantor polisi, restaurant, kantor pemadam kebakaran dan lain lain. Sehingga jumlah peminat serta pecinta lego terus meningkat dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Keberadaan mainan ini pula banyak mengisnpirasi beberapa pihak untuk mengusung lego sebagai tema dalam usahanya, salah satunya ialah taman bermain LegoLand yang berada di beberapa Negara dan hotel bertema lego.
Disamping itu, di Indonesia keberadaan kafe yang memiliki tema ceria yang diangkat dari mainan/kartun masih terbilang langka atau masih jarang keberadaannya. Sejauh ini baru ada kafe Hello Kitty di daerah PIK. Dan pada tahun lalu, lego mengeluarkan film kartun yang sepenuhnya mengangkat semua jenis lego yang telah dibuat. Sehingga, pecinta lego pun diperkirakan semakin banyak.
Dari uraian diatas, maka sangat potensial bila kami mengembangkan bisnis kafe ini sebagai pelopor kafe yang bertemakan kartun dan mainan. Karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa berkumpul diakhir pekan merupakan hal yang wajib di lakukan bersama keluarga (orang tua dan anak-anaknya). Terutama bagi masyarakat yang tinggal di pusat-pusat kota sebagai salah satu cara menghilangkan penat setelah beraktifitas berat.
Dengan alasan dan landasan tersebut kami berniat untuk merintis usaha kafe. Dimana kami menyajikan ruangan-ruangan besar (Lega) yang bertemakan mainan/kartun (Lego) beserta segala menu yang mirip dengan bentuk asli karakter-karakter lego. Dengan demikian usaha kami tersebut kami beri nama, yaitu: “LEGA LEGO KAFE”.  
Kafe ini adalah kafe hasil gabungan, dimana ide Lego diambil dari usaha bisnis saudari Dara dan produk unggulan diambil dari usaha bisnis saudari Ruri. Dari hasil tersebut menghasilkan nama usaha dan produk-produk baru seperti desain tempat, jenis makanan yang lebih bervariatif begitu pun dnegan bentuk makanan dan minuman yang unik. Dengan harapan pelanggan akan tertarik untuk datang bersama keluarga terutama bersama anak-anak  yang penuh dengan keseruan dari berbagai produk, tempat dan kenyamanan yang kami berikan yang tidak akan pernah didapat di kafe lainnya.

B.     Manfaat Usaha
a.  Manfaat Ekonomi
Usaha tempat makanan sekaligus tempat berkumpul dan bermain adalah usaha yang menjanjikan. Sehingga keuntungannya pun besar. Kami memberikan kualitas terbaik dengan menawarkan harga yang bersahabat bagi para pengunjung.
b. Manfaat Sosial
1.      Bagi Pemilik
            Dengan menyajikan tema yang tidak biasa ini, usaha kami diharapkan bisa berkembang dan memilki banyak cabang di seluruh kota Indonesia. Dan kafe ini bisa menjadi salah satu icon tempat  paling nyaman, seru dan penuh dengan petualangan. Keuntungan yang dapat diperoleh oleh pemilik usaha yaitu dapat menjadikan sebagai pengalaman dalam berbisnis. Serta dapat menjadi pembelajaran dalam menjalankan bisnis-bisnis yang lain yang lebih besar. Pembelajaran yang diperoleh seperti bagaimana cara melayani konsumen, serta bagaimana supaya karyawan menjadi senang dengan kebijakan yang kita tetapkan, dan lain sebagainya.
2.      Bagi masyarakat
Dengan hadirnya kafe “LEGA LEGO”  ini, diharapkan masyarakat semua usia bisa menikmati makan sambil bermain bersama keluarga, teman, kerabat, pacar maupun sahabat tercinta. Disamping itu, secara tidak langsung dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, karena apabila usaha ini telah berkembang maka membutuhkan tenaga kerja untuk membantu dalam kelancaran usaha.

C.    Rumusan Masalah
-          Bagaimana mengantisipasi persaingan bisnis kafe yag semakin ketat saat ini?
-          Bagaimana tips menjadikan bisnis ini menjadi icon kafe kartun satu satunya?
-          Bagaimana tips untuk membuka usaha yang baik dan benar serta tidak merugi?

D.    Profil Bisnis
            Nama Usaha    : LEGA LEGO
            Jasa Usaha       : Kuliner
            Alamat            :
            Pemilik            : Dara Puspitawati
                                      Ruri Erviyanti

E.     Produk
Produk yang kami tawarkan dalam usaha ini kepada konsumen memiliki berbagai macam jenis yang dimiliki, seperti :
1. Sosis Bakar
2. Burger organic
3. Milkshake
4. Kentang Goreng
5. Ice Cream
6. Cupcake
7. Birthday cake

F.     Analisis SWOT
Adapun analisis SWOT terhadap bisnis ini adalah sebagai berikut:
1.      Faktor internal.
a . Strengths (Kekuatan)
• Penyajian dari berbagai makanan ini sangat sederhana dan tidak memerlukan banyak waktu.
• Harga dari makanan-makanan ini cukup murah, sehingga dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat/konsumen.
• Tempat dibuat senyaman mungkin dengan harapan konsumen bisa berlama-lama di tempat tempat kami.
• Penyediaan  fasilitas Wifi & tempat colokan listrik yang banyak.
• Makanan-makanan yang kami sajikan mampu membuat konsumen bisa belajar hidup lebih sehat
• Perlengkapannya mudah di dapatkan.
b. Weakness (Kelemahan)
• Faktor tempat juga sangat mempengaruhi kelancaran usaha ini, karna apabila tempatnya kurang strategis dan tidak memiliki lahan besar akan mempengaruhi kenyamanan konsumen
• Jumlah  konsumen akan menurun, jika pada hari biasa (terutama dijam-jam kerja).
2.      Faktor eksternal
a . Strengths (Kekuatan)
1)      Peluang / kesempatan
Melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan makanan ringan, sehingga Kafe Lega Lego bisa menjadi alternatif sebagai makanan pengganti makanan pokok. Karena makanan dan minuman di Kafe Lega Lego ini bisa dinikmati oleh semua usia dari yang muda sampai yang tua, maka pasar sasarannya mencakup semua kalangan masyarakat.
2)      Rasa
Kafe ini memang kami dirikan seunik dan semenarik mungkin. Dari rasa yang kami berikan juga sangat bervariatif. Kami mengkombinasikan kuliner rasa nusantara dan western. Rasa nusantara terdapat pada bumbu sosis bakar yang terdiri dari rempah-rempah Indonesia seperti rasa, asam manis, semur, sate, rending dan balado. Sedangkan jika ingin merasakan kuliner western bisa mencicipi burger organic. Sedangkan mengenai rasa minuman kami juga memiliki banyak varian yang bisa menjadi favorit para pelanggan, yaitu Vanilla, Strawberry, Vanilla Blue, Taro, Coklat.
b. Weakness (Kelemahan)
Melihat dari banyaknya permintaan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan dan minuman, terutama makanan ringan seperti sosis, roti burger, makanan organic begitu juga minuman milkshake ini, maka persaingan dalam menjalankan usaha ini pun cukup banyak. Apabila pelayanan dan kualitas yang kita berikan kepada konsumen kurang memuaskan, maka konsumen pun akan merasa kecewa, sehingga usaha ini akan terancam gulung tikar atau bangkrut.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kami dalam menjalankan usaha ini akan selalu memberikan pelayanan, kualitas produk yang terbaik dan juga kenyamanan kepada semua konsumen kami. Kualitas produk yang baik dan pelayanan yang terbaik juga kenyamanan menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan usaha ini.

G.    Rencana Usaha
Adapun rencana usaha yang akan dijalankan dalam usaha ini ialah sebagai berikut:
1.      Rencana Jangka Pendek
Usaha bisnis kafe  yang kami rintis ini bertujuan untuk menambah pengalaman kerja didalam usaha bisnis bagi kalangan sesama mahasiswa maupun bagi umum, selain dapat meningkatkan kreativitas, juga dapat dijadikan suatu usaha yang menjanjikan untuk kehidupan masa depan dan biaya kuliah.
2.      Rencana Jangka Menengah
Usaha yang kami rintis ini pastinya akan kami kembangkan demi mewujudkan impian kami bersama, yaitu ingin menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, strategi pasar dan pemasaran menjadi kunci awal untuk keberlanjutan usaha kami kedepannya. Pelanggan ialah raja, maka dari itu kepuasan pelanggan menjadi yang utama dari segalanya, karena tanpa pelanggan belum tentu usaha ini akan bertahan lama. Tidak lupa pula kami rajin melakukan promosi usaha kami, baik dari mulut ke mulut, iklan radio, media online, dan media yang lainnya.
3.      Rencana Jangka Panjang
Setelah berhasil mendapatkan pelanggan, kami akan lebih meningkatkan mutu dan kualitas dari usaha kami ini.

H.    Analisis Pasar dan Pemasaran
Analisis Pasar dan Pemasaran usaha kafe kami yaitu:
1.      Target Pasar
Usaha ini berlokasi di tempat-tempat yang strategis dan di pinggir-pinggir jalan utama, seperti Perumahan Harapan Indah atau Perumahan Summarecon Bekasi. Tempat-tempat lokasi tersebut yang banyak di lewati oleh masyarakat, baik masyarakat lokal maupun non lokal sehingga usaha kami ini mudah untuk dikenal oleh masyarakat. Yang menjadi target pasar kami yaitu masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan tempat usaha kami berdiri.
2.      Pesaing
Terdapat banyak pesaing dari usaha ini, akan tetapi di sinilah kreatifitas kita bagaimana cara kita menarik konsumen agar dapat membeli produk kita tanpa membuat pesaing kita merasa tidak senang dengan tindakan kita. Namun kekeluargaan harus tetap selalu terjaga antara pesaing dan menciptakan persaingan yang sehat tanpa menjatuhkan pesaing. Dengan cara mentaati peraturan dan undang-undang pasar yang telah di tetapkan.
3.      Sasaran Pembeli
Dalam menjalankan usaha ini sasaran pembeli kami yaitu mencakup semua kalangan masyarakat terutama kalangan menengah keatas.

I. Strategi Pemasaran
Adapun strategi pemasaran yang dapat kami lakukan adalah:
-          Dari mulut ke mulut
Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak memerlukan banyak biaya untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan bercerita dengan teman-teman kita atau keluarga untuk mempromosikan usaha kita, sehingga secara tidak langsung semua konsumen/masyarakat akan mengetahui usaha kita. Dan apabila usaha kita sudah diketahui dan disukai, maka konsumen tersebut akan memberitahukan kepada orang lain untuk nongkrong atau berkumpul-kumpul di tempat kita.
-          Dengan media Internet
Selain promosi dari mulut ke mulut, maka promosi juga dapat dilakukan dengan menggunakan media internet, seperti dapat melalui facebook, twitter, blog,dll. Karna sebagian besar masyarakat telah menggunakan media internet, sehingga masyarakat dapat mengetahui usaha kami.
-          Pengembangan Pasar
Selain melakukan berbagai strategi pemasaran produk seperti diatas, kami juga mempromisikan usaha kami ini dengan cara menambah pasar baru untuk memperluas jangkauan yang sudah dimiliki. Dalam hal ini, dapat dengan memperluas usaha kafeini ke daerah-daerah lain, dengan harapan usaha ini akan lebih dikenal oleh masyarakat dan juga dapat menambahkan pendapatan serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan memperkerjakan karyawan yang baru.
-          Langkah-langkah promosi
Untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang kami tawarkan kami mempunyai cara-cara tertentu, adapun cara tersebut yaitu:
• kami menyediakan tempat yang lumayan besar (Lega) yang sengaja kami sediakan untuk anak-anak atau siapapun yang ingin bermain Lego. Dengan demikian yang ingin serius membuat Lego dan membuat karya yang baik dan bagus akan kami foto (karya dan pembuatnya) kemudian akan kami pajang di mading Lega Lego.
• Pada saat weekend yaitu hari sabtu dan minggu, kami menawarkan paket dimana konsumen yang membawa lebih dari 20 orang akan mendapatkan voucher gratis salah satu makanan (bebas memilih satu menu).

J. Analisis Operasional
Adapun rencana produksi yang dijalankan ialah sebagai berikut:
1. Desain produk
Desain produk yang diusahakan ialah kami membuatnya dengan semenarik mungkin agar pelanggan tidak bosan dengan tampilan makanan dan minuman yang itu-itu saja.
2.      Tempat usaha
Tempat usaha yang kami rintis ialah dipinggir jalan-jalan utama yang ramai dilalui orang, agar konsumen dapat dengan mudah mengakses tempat usaha kami, selain itu di dekat-dekat kampus juga memungkinkan kami untuk membuka usaha kafe ini.
3.      Pengawasan kualitas
Dalam mengontrol kualitas produk dari usaha kami ini agar dapat dikonsumsi oleh konsumen dengan baik dan aman, maka kami melakukan pengecekan setiap hari terhadap kualitas maupun kuantitas dari makanan-makanan & minuman yang ada. Agar para konsumen tidak mendapatkan produk yang tak layak jual dan makan.

K.    Metode Pelaksanaan Program
1.      Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan yang dilakukan ialah dengan mencatat segala jenis aktifitas dan kendala-kendala apa saja yang dapat menghambat kelancaran usaha kafe ini. Kritik dan saran dari pelanggan akan sangat mendukung kemajuan usaha ini.
2.      Survei bahan baku
Bahan baku sangat penting dalam usaha kafe yang bertema makanan organic dan sehat, karena tanpa tersedianya bahan baku, sudah pasti usaha ini tidak akan berjalan lancar.
3. Pembagian hasil kerja
Usaha kafe LEGA LEGO merupakan usaha individu yang di rintis oleh dua orang dan menggunakan modal sendiri maka dari itu keuntungan di gunakan sendiri dan  dibagi-bagi lagi.

L. PENUTUP
Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini dapat diterima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Tidak lupa kami mengucap syukur kepada Tuhan YME karena atas segala Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan proposal bisnis kami. Dan tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam pembuatan proposal ini.
Semoga proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap awal kami dalam memulai usaha kafe ini. Dengan selesainya proposal bisnis ini, kami berharap dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami rencanakan ini.
Segala saran dan kritik yang membangun sangatlah kami harapkan dari semua pihak, karena kami menyadari bahwa proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik tersebut semoga saja dapat menjadi acuan atau pelajaran bagi kami semua untuk dapat menjadi lebih baik lagi dihari esok. Atas segala waktu dan perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Selasa, 31 Maret 2015

Komunikasi Bisnis

Komunikasi  atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Pengertian komunikasi adalah suatu proses  dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. Berikut ini beberapa Pengertian Komunikasi Menurut para Ahli: Everett M. Rogers: Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Rogers & D. Lawrence Kincaid: Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yg pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yg mendalam. Shannon & Weaver: Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yg saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
Bisnis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Penyusun Kamus, 2007: 90) memiliki pengertian yaitu, merupakan usaha komersial dalam dunia perdagangan, bidang usaha, atau usaha dagang”. Sejalan dengan itu bisnis dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia “business” berarti “perusahaan, urusan, atau usaha”. Sedangkan menurut Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert (2006: 4), “Bisnis (perusahaan) adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk dijual dengan maksud mendapatkan laba”.
Komunikasi Bisnis menurut Rosenblatt S. ernand (1982:7) mengatakan bahwa dalam komunikasi bisnis terdapat pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara personal maupun nonpersonal melalui symbol atau tanda, untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Dan juga komunikasi dalam organisasi bisnis ditunjukan untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan (Curtis dkk).
Analisa dengan Kalbe Farma, PT Kalbe Farma Tbk yang merupakan perusahaan Internasional yang memproduksi farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam-macam bahan farmasiSejarah Kalbe selama lebih dari 40 tahun, dimana pengembangan usaha telah gencar dilakukan melalui akuisisi strategis terhadap perusahaan-perusahaan farmasi lainnya, membangun merek-merek produk yang unggul, dan menjangkau pasar internasional dalam rangka transformasi. Kalbe telah berhasil memposisikan merek-mereknya sebagai pemimpin di dalam masing-masing kategori terapi dan segmen industri tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai pasar internasional, dengan produk-produk kesehatan dan obat-obatan yang telah senantiasa menjadi andalan keluarga. Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan serta nutrisi yang terintegrasi dengan daya inovasi, strategi pemasaran, pengembangan merek, distribusi, kekuatan keuangan, keahlian riset dan pengembangan serta produksi yang sulit ditandingi dalam mewujudkan misinya. Kalbe Farma yang memiliki motto Innovation for a Better Life.  Menurut saya, motto tersebut sangat bagus dalam sebuah komunikasi bisnis, dalam motto tersebut ada pesan yang ingin disampaikan kepada pemirsa atau pengguna produk Kalbe Farma. Yaitu, Kalbe dalam memprodukasi produk-produknya selalu memunculkan inovasi untuk suatu tujuan yang ingin dicapai bersama ialah meningkatkan kesehatan  dan untuk kehidupan yang lebih baik. 

Referensi :

Minggu, 11 Januari 2015

The Great Mosque of Cordoba (The Mezquita) - Spain

            The Beautiful of Cathedral-Mosque in Cordoba, Spain is located in Andalusia City, Southern Spain, Cordoba Province. Standing in the foothills of the Sierra de Montena. 

                           

The Great Mosque of Cordoba is a Religious Tourism in Cordoba, Spain. Firstly, the building is a chatedral named Visigohts St Vincent, with the onset of the barbarian invasions of the 6th century, Roman society on the Iberian Peninsula crumbled, and Cordoba fell to the Visigoths in 572. Despite the destruction wrought during this period, Cordoba retained its identity as a town throughout the Visigothic rule. Secondly, When Abd-al-Rahman I was deposed as Caliph of Damascus in 756 he set up his court at Cordoba and laid the foundations for the most glorious period of the city's history. He began building the Great Mosque in 786, a witness of the Islamic civilization trip in Europe and it was bear witness to the fame of Islamic civilization on earth Spain. It is the most important monument of all the Western Islamic world, and it’s doubtless one of the world's most fascinating works of art. Thirdly, In 1236 the city was captured by Ferdinand III the Saint, and Cordoba entered the Christian world again until now. In 1523 the catholic Church and King Charles V put through against the will of the town's administration to build a Christian Cathedral inside of the original Mosque. It works took 234 years, so the original Gothic style is combined with Baroque and Renaissance elements.
On December 15, 1994 UNESCO declared the Great Mosque of Cordoba as a World Heritage Site.

Prices
To enter the Great Mosque of Cordoba visitors must purchase a ticket for :
- General: €8/Person
- General (nocturnal visit): €18/Person

Guide Services:
 - Audio guide : To rent an audioguide you can pay about  €6 for 1-2 hours
- Guided tours :
1. Guided Tour to the Mosque of Cordoba - Join a group (€37) : Daily (from Tuesday to Saturday at 10.30) walking tour visiting the most important monuments in Cordoba in about three and a half hours time.
2. Guided Tour to the Mosque of Cordoba - Guía Privado (€147) : You can also hire a private official guide to accompany you in the Mosque and thus get to know and understand the monument from the perspective of a professional.

Visiting Hours for the Great Mosque of Cordoba/the Mezquita:

- From Nov 01 to Feb 28
From Monday to Saturday (10 a.m to 6 p.m)
Public holidays and Sunday (8.30 a.m to 10.30 a.m) (2 p.m to 6 p.m)
- From Mar 01 to Oct 31
From Monday to Saturday (10 a.m to 7 p.m)
Public holidays and Sunday (8.30 a.m to 10.30 a.m) (2 p.m to 7 p.m)

These are parts of inside the Great Mosque of Cordoba (the Mezquita)

The Exterior Arches of the East Wall
Bronze Plated Door
To the south of the Mosque there are 19 Bronze Plated Door which the door is covered with a gold plate center.
Patio de los Naranjos
Stepping through one of the doors you'll enter the Patio de los Naranjos, or Court of the Oranges, which true to its name contains a grove of orange trees, planted in symmetrical rows that replicate the forest of columns within the building. A large fountain drips pleasantly in the middle, and the views of the bell tower framed by trees are excellent.
Pillars inside the Great Mosque of Cordoba (the Mezquita)
The Great Mosque of Cordoba is the wonderful building with the interior space which consists of a forest of columns red and white arches giving a strong chromatic effect. Its doubtless one of the world's most fascinating works of art.
Mihrab

Opposite the room from the entrance is the Mihrab, a spectacular archway decorated with Arabic writing which was the focus of the mosque, as it faced in the direction of Mecca and was what every Muslim faced as they knelt on the floor to pray . Once, tens of thousands of people could fit into this space to pray, the multitude knelt on their rugs before the Mihrab. In the corner of the building nearby are glass cases with artifacts excavated from beneath the Mezquita, and the walls along the side of the building are lined with chapels, each one with an intricate piece of artwork.
Dome
Above the mihrab, is an equally dazzling Dome. It is built of crisscrossing ribs that create pointed arches all lavishly covered with gold mosaic in a radial pattern. This astonishing building technique anticipates later Gothic rib vaulting, though on a more modest scale.
The Bell Tower
Approaching the Mezquita, the first thing you will notice is the massive Bell Tower on the building's north side which looms over the surrounding buildings. Built in the 1600s the tower replaced a minaret previously on the site. Along the outside of the building the wall takes on the appearance of a fortress, with an elaborate set of Moorish-style archway and windows spaced every so often.
Cathedral of Cordoba
At the center of the building, the Cathedral towers over the rest of the building, and the transition from the impressive-but-intimate mosque structure to the overwhelming awe of the cathedral is abrupt and rather jarring, but don't let that stop you from taking in the beauty of the cathedral, with its rich decoration and well-illuminated interior, standing to suggest triumph over the Muslims who previously used this building. The presence of the cathedral also offers the unique opportunity to so easily compare the differences between Muslim and Christian architecture.

Chapel of Sagrario
The Royal Chapel Mezquita is used for Christians’s worship like do a mess in every sunday.
The Mezquita at night
The Roman Bridge
 The Roman Bridge of Cordoba gives the most beautiful view of Cordoba. A Moorish bridge with 16 arches on Roman bases connects Cordoba with its suburbs across the river.

Tips on getting to the Mezquita:

If in a group of 3 or more people, do consider getting the bonobus(10 trip card) from any tobacco shop/kiosk. There's 1 in the Cordoba bus station, directly opposite  the train station. It only costs 6.60 euros for 10 trips.
From the train/bus station, hop on to bus 3 or 16 to San Fernando street. From there, it's only about a 10-15 minute to walk.

Hotels near The Great Mosque of Cordoba (The Mezquita)

*Las Casas de la Judería de Córdoba (€52/night)
     
 Just 2 minutes from hotel to The Great Mosque of Cordoba. About 180m by walking. Located in the historic city center of Cordoba, Casas de la Judería combine modern facilities with the charm of a historic building. There are many authentic details and craftsmanship. An attractive residential complex of the 17th century and 18th with beautiful gardens, fountains and terraces.  There are outdoor swimming pool and a traditional Andalusian restaurant. Free wired internet is available in public areas. There are also have Restaurant, Bar, Breakfast in Room. Rooms at Hotel Casas de la Judería are large and comfortable. Each room has satellite TV, Air Conditioning and a private bathroom with slippers and toiletries. 24-Hour Front Desk.

*Hotel Mezquita (€23/night)
                     
Just 2 minutes from hotel to The Great Mosque of Cordoba. About 150m by walking. Mezquita Hotel is located in the heart of the old Jewish Quarter in Córdoba.
The rooms have satellite TV, air conditioning, and private bathroom. Wi-Fi access. There is also a bar where guests can relax while enjoying a drink. 24-hour reception at Mezquita gives flexibility for guests during their stay. Information on the surrounding area can be provided from the tour desk at the hotel.

References :

Senin, 05 Januari 2015

SEJARAH JURNALISTIK

      I.                   SEJARAH JURNALISTIK DI DUNIA
 Di awali pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM). Pada saat itu jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (seperti majalah dinding atau papan informasi sekarang) yang diyakini sebagai  produk  jurnalistik  pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Pada saat itu Julius Caesar disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.  Namun sebenarnya Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang berisikan catatan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya  yang digantungkan di serambi rumah. Kemudian saat Julius Caesar  berkuasa, Ia memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat, demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna” yang ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum. Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan. Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).
Sejarah jurnalistik  zaman Islam ditandai pada zaman Nabi Nuh, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan. Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal. Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.
Pada masa perkembangannya, peradaban Mesir Kuno memiliki tenik pembuatan kertas dari serat tumbuhan yang bernama “Phapyrus” yang disumbangkan  sebagai media tulis menulis yang digunakan pada wangsa firaun yang kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa. Dari kata papirus dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.
Sejarah penemuan kertas berasal dari peradaban China yang menyumbangkan kertas bagi Dunia, yaitu Tsai Lun. Ia merupakan seorang pegawai negeri pada pengadilan kerajaan yang di tahun 105 M mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti. Catatan China tentang penemuan Ts'ai Lun ini (terdapat dalam penulisan sejarah resmi dinasti Han) sepenuhnya terus terang dan dapat dipercaya, tanpa sedikit pun ada bau-bau magi atau dongeng. Orang-orang China senantiasa menghubungkan nama Ts'ai Lun dengan penemu kertas dan namanya tersohor di seluruh China. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 M. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah yang kemudian menyebar ke Italia dan India lalu Eropa.

Penggunaan kertas meluas di seluruh China pada abad ke-2, dan dalam beberapa abad saja China sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia. China sangat lama merahasiakan cara pembuatan kertas. Teknik pembuatan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orang-orang  Eropa belajar teknik ini. Setelah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas. Sedangkan di Barat sebelum ada kertas, buku ditulis di atas kulit kambing atau lembu. Material ini sebagai pengganti papyrus yang digemari oleh orang-orang Yunani, Romawi dan Mesir. Baik kulit maupun papyrus bukan saja termasuk barang langka tetapi juga harga sulit terjangkau. Namun, sesudah Gutenberg menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kedudukan kulit kambing sebagai sarana tulis-menulis di Barat.
Penemuan mesin cetak pertama kali adalah Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg (1398 – 3 Februari 1468), merupakan seorang pandai logam dan pencipta berkebangsaan Jerman yang memperoleh ketenaran berkat sumbangannya bagi teknologi percetakan pada tahun 1450-an. Ide Gutenberg yang terpenting tercetus ketika dia bekerja sebagai tukang emas di Mainz. Gutenberg mula membuat acuan huruf logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk huruf skrip gotik. Pada permulaannya Gutenberg terpaksa menghasilkan hampir 300 bentuk huruf untuk meniru bentuk tulisan tangan yang bersambung-sambung. Setelah itu Gutenberg mereka mesin cetak yang bergerak untuk mencetak. Mesin cetak bergerak inilah sumbangan terbesar Gutenberg. Setelah menyempurnakan mesin cetak bergeraknya, Gutenberg mula-mula mencetak beribu-ribu surat pengampunan yang disalah gunakan oleh Gereja Katolik. Penyalah-gunaan ini merupakan puncak timbulnya bantahan daripada sesetengah pihak seperti Martin Luther. Pada tahun 1452, Gutenberg mendapatkan pinjaman wang daripada Johann Fust untuk projek pencetakan biblenya yang terkenal. Bagaimanapun Gutenberg telah dipecat daripada menguruskan pencetakan Bible itu sebelum ianya disiapkan sepenuhnya disebabkan Gutenberg dituduh mencetak surat pengampunan, kalender dan buku bacaan ringan sebagai aktiviti sampingan. 
Karya utama mesin cetaknya yaitu Bible Gutenberg (Alkitab Gutenberg, dikenal sebagai Alkitab 42 baris), yang telah diakui memiliki estetika dan kualitas teknikal yang tinggi. Dua ratus jilid salinan Bible Gutenberg pun akhirnya dicetak. Dan dijual di Pameran Buku Franfurt pada tahun 1456. Secara kasar, hampir 1/4 Bible Gutenberg masih ditemukan sekarang. Pada 15 August 1456 dianggap sebagai buku bercetak tertua di dunia barat. Majalah Life menganggap Mesin Cetak adalah penemuan yang paling luar biasa pada 1000 tahun terakhir. Penting untuk disadari bahwa abjad mungkin merupakan kunci keberhasilan mesin cetak.
Sejarah koran atau surat kabar yang pertama kali diterbitkan di China pada tahun 911 M dengan nama “King Pau” atau Tching-pao yang artinya “Kabar dari Istana”. “King Pau”  mengandung berita keputusan, pertimbangan dan informasi dari istana. Koran ini dimiliki oleh pemerintah Kaisar Quang Soo. Kemudian pindah dan masuk ke Jerman pada tahun 1609 dengan penerbitan koran pertama yang bernama Avisa Relation Order Zeitung. Pada 1618, surat kabar tertua di Belanda bernama Coyrante UytItalien en Duytschland. Surat kabar pertama di Inggris diterbitkan pada 1662 bernama Oxford Gazette (later the London) dan diterbitkan terus menerus sejak pertama kali muncul. Surat kabar ini kemudian berganti nama menjadi London Gazzette dan ketika Henry Muddiman menjadi editornya untuk pertama sekali dia telah menggunakan istilah “Newspaper”.
Di Amerika Serikat ilmu persuratkabaran mulai berkembang sejak tahun 1690 M dengan istilah “Journalism”. Saat itu terbit surat kabar dalam bentuk yang modern, Publick Occurences Both Foreign and Domestick, di Boston yang dimotori oleh Benjamin Harris. Surat kabar pertama di Perancis, the Gazette de France, didirikan pada tahun 1632 oleh raja Theophrastus Renaudot (1.586-1.653), dengan perlindungan Louis XIII.
Pada pertengahan 1800-an bisnis berita mulai berkembang. Organisasi kantor berita yang berfungsi mengumpulkan berbagai berita dan tulisan didistribusikan ke berbagai penerbit surat kabar dan majalah. Pasalnya, para pengusaha surat kabar dapat lebih menghemat pengeluarannya dengan berlangganan berita kepada kantor-kantor berita itu daripada harus membayar wartawan untuk pergi atau ditempatkan di berbagai wilayah. Kantor berita yang masih beroperasi hingga hari ini antara lain Associated Press (AS), Reuters (Inggris), dan Agence-France Presse (Prancis). Tahun 1800-an juga ditandai dengan munculnya istilah Yellow Journalism (jurnalisme kuning), istilah untuk “pertempuran headline” antara dua koran besar di Kota New York. Satu dimiliki oleh Joseph Pulitzer dan satu lagi dimiliki oleh William Randolph Hearst. Ciri khas jurnalisme kuning adalah pemberitaannya yang bombastis, sensasional, dan pemuatan judul utama yang menarik perhatian publik. Tujuannya hanya satu “meningkatkan penjualan!”.
Jurnalisme kuning tidak bertahan lama, seiring dengan munculnya kesadaran jurnalisme sebagai profesi. Organisasi profesi wartawan pertama kali didirikan di Inggris pada 1883, yang diikuti oleh wartawan di negara-negara lain pada masa berikutnya. Kursus-kursus jurnalisme pun mulai banyak diselenggarakan di berbagai universitas, yang kemudian melahirkan konsep-konsep seperti pemberitaan yang tidak biasa dan dapat dipertanggung jawabkan, sebagai standar kualitas bagi jurnalisme professional.
            Pulitzer Award atau yang dikenal dengan Penghargaan Pulitzer adalah penghargaan yang dianggap tertinggi dalam bidang jurnalisme cetak di Amerika Serikat. Penghargaan ini juga diberikan untuk pencapaian dalam bidang sastra dan gubahan musik. Penghargaan Pulitzer pertama diberikan pada 4 Juni 1917, dan sejak beberapa waktu lalu, mulai diumumkan setiap tahunnya pada bulan April. Penerima penghargaan ini dipilih oleh sebuah badan independen yang secara resmi diatur olehuate School of Journalism (Sekolah Jurnalisme Universitas Columbia) di Amerika Serikat. Penghargaan ini diciptakan oleh Joseph Pulitzer, seorang jurnalis dan penerbit surat kabar Hungaria-Amerika pada akhir abad ke-19. Penghargaan diberikan dalam kategori-kategori yang berhubungan dengan jurnalisme, kesenian dan surat-surat. Hanya laporan yang diterbitkan dan foto-foto hasil karya surat kabar atau organisasi berita harian yang berbasis di Amerika Serikat saja yang berhak menerima penghargaan jurnalisme.

II.                   SEJARAH JURNALISTIK DI INDONESIA
Awal Jurnalistik di Indonesia dimulai pada zaman Belanda sekitar tahun 1700-an. Pers yang di usahakan oleh orang-orang Belanda pada masa penjajahan Belanda adalah Pers kolonial yang berupa surat kabar, majalah, koran berbahasa Belanda atau bahasa daerah Indonesia yang bertujuan membela kepentingan kaum kolonialis Belanda. Pada saat itu koran sudah masuk ke Indonesia yang isinya berupa informasi seperti gosip-gosip seperti tentang kehidupan pejabat dan noni-noni Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Pada tahun 1744 terbit tabloid Belanda pertama di Indonesia yaitu Batavis Novelis atau dengan nama panjangnya Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementes. Setelah itu mulai bermunculan surat kabar baru dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Seperti; Medan Priyayi (1910), Bintang Barat, Bintang Timur, dan masih banyak lagi. Medan Priyayi adalah surat kabar pertama yang dimiliki oleh masyarakat pribumi Indonesia, yang didirikan oleh Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo. Oleh sebab itu Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo disebut sebagai tokoh Pemrakarsa Pers Nasional, karena dia adalah orang pertama dari Indonesia yang mampu memprakarsainya dan dimodali oleh modal Nasional.
Revolusi Fisik (Pendudukan Belanda), pada masa revolusi fisik ini, pers terbagi menjadi dua golongan,yaitu sebagai berikut :
-          Pers yang di terbitkan dan di usahakan oleh tentara pendudukan Sekutu dan Belanda yang selanjutnya di namakan pers Nica ( Belanda ).
-          Pers yang di terbitkan dan di usahakan oleh orang Indonesia yang di sebut pers republik.
Pers republik disuarakan oleh masyarakat Indonesia yang berisi semangat mempertahankan kemerdekaan dan menentang usaha pendudukan Sekutu. Pers ini benar-benar menjadi alat perjuangan masa itu. Sebaliknya, pers Nica berusaha memengaruhi rakyat Indonesia agar menerima kembali Belanda untuk berkuasa di Indonesia.
Pers Masa Pergerakan adalah masa bangsa Indonesia berada di bawah penjajahan Belanda sampai saat masuknya Jepang menggantikan Belanda. Pers nasional adalah pers yang di usahakan oleh orang-orang Indonesia terutama orang-orang pergerakan dan di peruntukan bagi orang Indonesia. Setelah munculnya pergerakan modern Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908, Surat kabar yang di keluarkan orang Indonesia lebih banyak berfungsi sebagai alat perjuangan. Pers menyuarakan kepedihan,penderitaan,dan merupakan refleksi isi hati bangsa terjajah. Pers menjadi pendorong bangsa Indonesia dalam perjuangan memperbaiki nasib dan kedudukan bangsa.
Zaman Penjajahan Jepang, Jepang mengambil alih kekuasaan untuk kepentingan penjajah Jepang, koran-koran dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja,Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia. Beberapa keuntungan yang di dapat oleh para wartawan di Indonesia yang bekerja pada penerbitan Jepang,antara lain sebagai berikut : Pengalaman yang di peroleh para karyawan pers Indonesia bertambah.Fasilitas dan alat-alat yang di gunakan jauh lebih banyak dari pada masa pers zaman Belanda. Penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberitaan makin sering dan luas. Pengajaran untuk rakyat agar berfikir kritis terhadap berita yang di sajikan oleh sumber-sumber resmi Jepang.Selain itu,kekejaman dan penderitaan yang di alami pada masa pendudukan Jepang memudahkan para pemimpin bangsa memberikan semangat untuk melawan penjajahan.
Jurnalistik pasca kemerdekaan Indonesia, sama seperti di belahan dunia lain, pers Indonesia diwarnai dengan aksi pembungkaman hingga pembredelan. Haryadi Suadi mencatat, pemberedelan pertama sejak kemerdekaan terjadi pada akhir 1940-an. Tercatat beberapa koran dari pihak Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang diangga berhaluan kiri seperti Patriot , Buruh , dan Suara Ibu Kota dibredel pemerintah. Sebaliknya, pihak FDR membalas dengan membungkam koran Api Rakjat yang menyuarakan kepentingan Front Nasional. Sementara itu pihak militer pun telah memberedel Suara Rakjat dengan alasan terlalu banyak mengkritik pihaknya. Pada tanggal 1 Oktober 1945 terbit Harian Merdeka sebagi hasil usaha kaum Buruh De Unie yang berhasil menguasai percetakan. Pada saat revolusi fisik itu jurnalistik Indonesia mempunyai fungsi yang khas. Hasil karya wartawan bukan lagi bermanfaat bagi konsumsi pembaca di daerah pedalaman, tetapi juga berguna bagi prajurit-prajurit dan laskar-laskar yang berjuang diFront. Berita yang dibuat para wartawan bukan saja mengobarkan semangat berjuang membela kemerdekaan, tetapi sekaligus sebagai alat pemukul terhadap hasutan-hasutan pihak Belanda yang disiarkan melalui berbagai media massanya. 
Pada masa Orde Lama digunakan untuk mengkritisi pemimpin. Dewan Pers pertama kali terbentuk pada tahun 1966 melalui Undang-undang No.11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers. Fungsi dari Dewan Pers saat itu adalah sebagai pendamping Pemerintah serta bersama-sama membina perkembangan juga pertumbuhan pers di tingkat nasional. Saat itu, Menteri Penerangan secara ex-officio menjabat sebagai Ketua Dewan Pers.
Pada era Orde Baru, kedudukan dan fungsi Dewan Pers tidak berubah yaitu masih menjadi penasihat pemerintah, terutama untuk Departemen Penerangan. Hal ini didasari pada Undang-Undang No. 21 Tahun 1982 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers. Tetapi terjadi perubahan perihal keterwakilan dalam unsur keanggotaan Dewan Pers seperti yang dinyatakan pada Pasal 6 ayat (2) UU No. 21 Tahun 1982 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 1967 :
“Anggota Dewan Pers terdiri dari wakil organisasi pers, wakil Pemerintah dan wakil masyarakat dalam hal ini ahli-ahli di bidang pers serta ahli-ahli di bidang lain.” Pada masa ini, khususnya ketika Ali Murtopo menjadi Menteri Penerangan (1977-1982), Departemen Penerangan difungsikan sebagai sebuah "departemen politik" bersama Departemen Dalam Negeri. Artinya, ia mempunyai fungsi pembinaan politik. Departemen ini berada di garda terdepan dalam setiap kampanye pemilu. Fungsi ini semakin kental terasa tatkala Harmoko menjadi Menteri Penerangan (1982-1997), dan selama tiga periode berturut-turut Harmoko merangkap menjadi Ketua Umum Golkar (1987-1998) dan Ketua Umum MPR (Maret 1998 -November 1998). Ini adalah jabatan dan kedudukan yang sangat stra­tegis. Dalam struktur kekuasaan seperti itu, Departemen Penerangan menjadi lembaga penjaga gerbang informasi yang sangat efektif bagi kepentingan pemerintah. Departemen Penerangan (melalui Direktorat Bina Wartawan Dirjen PPG) mempunyai kewenangan untuk mencegah tangkal visa bagi wartawan maupun koresponden luar negeri serta mem­punyai kewenangan untuk mencegah tangkal tayangan siaran langsung televisi dari dan ke luar negeri. Karena itu, Departemen Penerangan juga mempunyai wewenang dalam pengaturan agenda informasi dari dan ke luar negeri. (Hidayat, dkk, 2000:225). Pers pada masa orde baru sangat dikendalikan oleh pemerintah. Kontrol pemerintah terhadap pers tidak dapat diragukan lagi, begitu juga dengan pegaruhnya. Kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan pemerintahorde baru sangat tidak mendukung keberadaan pers. Salah satu contohnya adalah kebijakan SIUPP, yakni Surat Izin untuk Penerbitan Pers, yang mana sangat tidak pro-pers. Persmengalami kesulitan saat dituntut untuk melasanakan fungsi-fungsi yang secara alamiahmelekat padanya, khususnya fungsi mereka bagi masyarakat. Fungsi pers bagi masyarakat adalah menampilkan informasi yang berdimensi politik lebih banyak dibandingkan dengan ekonomi, dengan didominasi subyek negara serta kecenderungan pers untuk lebih berat kesisi negara harus dilakukan dengan cara lebih memilih realitas psikologis dibanding denganrealitas sosiologis. 
Jurnalistik pada masa Reformasi yaitu disahkannya Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers membuat berubahnya Dewan Pers menjadi Dewan Pers yang Independen, dapat dilihat dari Pasal 15 ayat (1) UU Pers menyatakan : Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen.
Berdasarkan amanat UU, dewan pers meiliki 7 fungsi :
1.      Melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain, bisa pemerintah dan juga masyarakat
2.      Melakukan pengkajian untuk pengembangan keidupan pers
3.      Menetapkan dan mengawasi pelaksanaan kode etik jurnalistik
4.      Memberikan pertimbangan dan pengupayaan penyelesaian pengaduan masyarakatatas kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers.
5.      Mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat, dan pemerintah.
6.      Memfasilitasi organisasi pers dalam menyusun peraturan di bidang pers danmeningkatkan kualitas profesi wartawan.
7.      Mendata persahaan pers Namun sangat disayangkan 
Fungsi Dewan Pers juga berubah, yang dahulu sebagai penasihat Pemerintah sekarang telah menjadi pelindung kemerdekaan pers.
Tidak ada lagi hubungan secara struktural dengan Pemerintah. Dihapuskannya Departemen Penerangan pada masa Presiden Abdurrahman Wahid menjadi bukti. Dalam keanggotaan, tidak ada lagi wakil dari Pemerintah dalam Dewan Pers. Tidak ada pula campur tangan Pemerintah dalam institusi dan keanggotaan, meskipun harus keanggotaan harus ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Untuk Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers, dipilih melalui mekanisme rapat pleno (diputuskan oleh anggota) dan tidak dicantumkan dalam Keputusan Presiden. Pemilihan anggota Dewan Pers independen awalnya diatur oleh Dewan Pers lama. Atang Ruswati menjabat sebagai Ketua Badan Pekerja Dewan Pers, sebuah badan bentukan Dewan Pers sebelum dilakukannya pemilihan anggota. Badan Pekerja Dewan Pers kemudian melakukan pertemuan dengan berbagai macam organisasi pers juga perusahaan media. Pertemuan tersebut mencapai sebuah kesepakatan bahwa setiap organisasi wartawan akan memilih dan juga mencalonkan dua orang dari unsur wartawan serta dua dari masyarakat. Setiap perusahaan media juga berhak untuk memilih serta mencalonkan dua orang yang berasal dari unsur pimpinan perusahaan media juga dua dari unsur masyarakat. Ketua Dewan Pers independen yang pertama kali adalah Atmakusumah Astraatmadja.
   Mengenai kode etik jurnalistik, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik memiliki ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. Secara umum, materi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik dan pengaturan mengenai perbuatan yang dilarang. Pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik mengacu pada beberapa instrumen internasional, seperti UNCITRAL Model Law on eCommerce dan UNCITRAL Model Law on eSignature. Bagian ini dimaksudkan untuk mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat umumnya guna mendapatkan kepastian hukum dalam melakukan transaksi elektronik. Beberapa materi yang diatur, antara lain: 1. pengakuan informasi/dokumen elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah (Pasal 5 & Pasal 6 UU ITE); 2. tanda tangan elektronik (Pasal 11 & Pasal 12 UU ITE); 3. penyelenggaraan sertifikasi elektronik (certification authority, Pasal 13 & Pasal 14 UU ITE); dan 4. penyelenggaraan sistem elektronik (Pasal 15 & Pasal 16 UU ITE);. Beberapa materi perbuatan yang dilarang (cybercrimes) yang diatur dalam UU ITE, antara lain: 1. konten ilegal, yang terdiri dari, antara lain: kesusilaan, perjudian, penghinaan/pencemaran nama baik, pengancaman dan pemerasan (Pasal 27, Pasal 28, dan Pasal 29 UU ITE); 2. akses ilegal (Pasal 30); 3. intersepsi ilegal (Pasal 31); 4. gangguan terhadap data (data interference, Pasal 32 UU ITE); 5. gangguan terhadap sistem (system interference, Pasal 33 UU ITE); 6. penyalahgunaan alat dan perangkat (misuse of device, Pasal 34 UU ITE);

Referensi :
http://wantysastro.wordpress.com/2012/10/05/sejarah-jurnalistik-di-dunia-dan-di-indonesia/
http://ratnanism.blogspot.com/2012/12/sejarah-jurnalistik-di-dunia-dan-di.html
http://wahw33d.blogspot.com/2010/11/sejarah-penemuan-kertas-oleh-pria-china.html
http://humahmadfauzi.blogspot.com/2012/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html
www.jurnalistikmadingsma.blogspot.in/2012/10/sejarah-jurnalisme-di-indonesia.html?m=1
http://www.academia.edu/6082068/Peran_Pers_di_Era_Orde_Baru_dan_Reformasi
google.com/images
www.wikipedia.com